Jumat, 06 Juli 2012

Tugas Utama Guru


MENGAJAR DAN MENDIDIK ADALAH TUGAS UTAMA GURU

Oleh : Ardian Prasetiyo
Mahasiswa Universitas Kanjuruhan



ABSTRAK

Guru tidak hanya mengajar tapi juga harus mampu mendidik. Mengajar dan Mendidik merupakan suatu tugas utama guru untuk menciptakan kondisi atau sistem lingkungan yang mendukung dan memungkingkan untuk berlangsungnya proses belajar serta sebagai usaha untuk mengantarkan anak didik ke arah kedewasaannya. Oleh karena itu mengajar dan mendidik adalah penyampaian pengetahuan pada anak didik dan pembinaan pribadi, sikap mental dan akhlak anak didik.

Kata kunci : mengajar, mendidik

Teachers not only teach but also be able to educate. Teaching and Educating teachers is a major task to create the conditions or the system environment that supports and allows for going learning process as well as an attempt to usher students toward maturity. Therefore, it is the delivery of teaching and educating students on the knowledge and personal development, mental and moral attitude of the students.

Key words: teach, educate



Setiap guru,  dan juga setiap dosen tidak hanya mengajar pada waktu ia berdiri di depan kelas, tetapi ia juga harus mampu mendidik. Jadi di samping membimbing para siswa untuk menguasai sejumlah pengetahuan dan ketrampilan (mengajar), seyogyanya guru juga membimbing siswa-siswanya mengembangkan segenap potensi yang ada dalam diri mereka (mendidik)

Sebagian besar orang belum mengerti apa artinya mengajar dan mendidik. Banyak yang berpendapat bahwa keduanya mempunyai arti yang sama padahal keduanya mempunyai perbedaan yang sangat luas serta faktor apa saja yang dapat mempengaruhi proses mengajar dan mendidik. Selanjutnya marilah kita bahas arti mangajar dan mendidik, perbedaan mengajar dan mendidik, dan faktor-faktor yang mempengaruhi keduanya.

·      Tugas Guru
Tugas utama guru adalah  membelajarkan siswa, yaitu mengkondisikan siswa agar belajar aktif sehingga potensi dirinya (kognitif, afektif, dan pesikomotorik dapat berkembang dengan maksimal. Dengan belajar aktif melalui partisipasi dalam setiap kegiatan pembelajaran, akan terlatih dan terbentuk kompetensi yaitu kemampuan siswa untuk melakukan sesuatu yang sifatnya positif yang pada akirnya akan membentuk life skill sebagai bekal hidup dan penghidupanya. Agar hal tersebut di atas dapat terwujud guru harus bisa mengajar dan mendidik siswa dengan baik dan benar  sehingga siswa terhindar dari rasa bosan dan tercipta suasana belajar yang nyaman dan menyenangkan.

·      Pengertian Mengajar
Mengajar pada dasarnya merupakan suatu usaha untuk menciptakan kondisi atau sistem lingkungan yang mendukung dan memungkinkan untuk berlangsungnya proses belajar. Kalau belajar di katakana milik siswa, maka mengajar sebagai kegiatan guru. Definisi lain mengatakan bahwa mengajar adalah menyampaikan pengetahuan pada anak didik. Menurut pengertian ini berarti tujuan belajar dari siswa itu hanya sekedar ingin mendapatkan atau menguasai pengetahuan.
Menurut Prof Drs. S. Nasution, MA (2006; 56-57) mengajar ada yang bersifat teacher centered dan ada pupil centered. Tipe teacher centered bisa diberi batasan sebagai mengajar adalah menanamkan pengetahuan pada anak-anak. Secara global mengajar bias di bedakan menjadi dua yakni :
Ø  Mengajar menurut faham lama :
Guru senantiasa aktif menyampaikan dan memompakan informasi / fakta-fakta agar di kuasai siswa dan siswa sendiri hanya menerima / pasif.
Ø  Mengajar menurut faham baru :
Guru sebagai pengelola, pengatur, peracik, lingkungan berupa metode yang ia gunakan dan siswa dituntut harus aktif.



·      Pengertian Mendidik
Berbicara tentang pengertian mengajar kalau dilihat esensinya dalam proses belajar mengajar, sudah menyangkut kegiatan mendidik, dalam artian untuk mengantarkan anak kepada tingkat kedewasaannya.  Pengertian mendidik menurut Abdul, Hadis. (2006; 14-15) Mendidik dapat diartikan sebagai usaha untuk mengantarkan anak didik kearah kedewasaannya baik secara jasmani maupun rohani. Seorang pendidik mempunyai fungsi untuk merumuskan tujuan pendidikan, menciptakan situasi dan kondisi lingkungan yang kondusif bagi peserta didik untuk belajar, memfasilitasi peserta didik untuk mendapatkan materi pendidikan, serta menyelenggarakan proses pendidikan. Oleh karena itu mendidik dikatakan sebagai upaya pembinaan pribadi, sikap mental dan akhlak anak didik. Dibanding dengan pengertian mengajar maka pengertian mendidik itu lebih dasar, karena mendidik tidak sekedar transfer of knowledge, tetapi juga transfer of values.
Berkaitan dengan soal pembentukan kepribadian anak didik, mendidik juga harus merupakan usaha memberikan tuntutan kepada anak didik untuk dapat berdiri sendiri dengan norma-norma kemanusiaan yang sesuai dengan kepribadian bangsa.
Itulah maka mendidik harus merupakan usaha untuk memberikan motivasi kepada anak didik agar dalam diri anak didik lahir dan tertanam sikap yang baik.
Yang terpenting bagi kita sekarang adalah memahami bahwa setiap orang yang berusaha mendidik anak-anak dilakukan dengan mengajarkan sesuatu perbuatan, ketrampilan, pengetahuan dan sebagainya kepada anak didiknya dengan tujuan demi kepentingan dan kebutuhan anak didik.

·         Perbedaan Antara Mengajar dan Mendidik
Kalau dilihat dari segi asal katanya, keduanya memiliki arti yang sedikit berbeda “Mengajar” : memberi pelajaran, misalnya memberi pelajaran matematika, bahasa, sejarah dengan tujuan agar siswa yang diajarkan itu mengetahui dan faham tentang bahan yang diajarkan tadi, sedangkan “Mendidik” : memberi latihan mengenai akhlak dan kecerdasan fikiran.
Jadi, mengajar lebih cenderung mengandung makna, yaitu aktifitas mentranfer pengetahuan atau IPTEK yang dimiliki oleh guru kepada peserta didik agar peserta mengetahui, memahami dan menguasai IPTEK sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. Sedangkan mendidik ialah aktifitas mentransfer nilai norma, adapt istiadat dan etika kepada anak didik agar mereka menjadi manusia yang mematuhi nilai, norma, dan etika yang berlaku di masyarakat, sehingga menjadi peserta didik yang berpengetahuan dan memiliki sikap dan perilaku yang baik. Akan tetapi pada hakekatnya antara mengajar dan mendidik itu tidak ada perbedaan yang tegas karena keduanya tidak dapat dipisah-pisahkan, siapa yang mengajar ia juga mendidik dan siapa yang hendak mendidik hendaknya juga harus mengajar.

·      Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Proses Mengajar dan Mendidik
Masalah interaksi belajar mengajar merupakan masalah yang kompleks karena melibatkan berbagai faktor yang saling terkait satu sama lain. Dari sekian banyak faktor yang mempengaruhi proses dan hasil interaksi belajar mengajar, terdapat dua faktor yang sangat menentukan, yaitu faktor guru sebagai obyek pembelajaran dan faktor peserta didik sebagai obyek pembelajaran. Namun pengaruh berbagai faktor lain tidak diabaikan, misalnya faktor media dan instrument pembelajaran, fasilitas, insfrastruktur sekolah, sistem pembelajaran dan evaluasi, kurikulum, metode dan strategi pembelajaran dll.

Kesemua faktor-faktor di luar faktor guru dan peserta didik tersebut berkontribusi berarti dalam meningkatkan kualitas dan hasil interaksi belajar mengajar di kelas dan di tempat belajar lainya.
Faktor instrumen atau peralatan pembelajaran juga memegang peranan penting dalam membantu guru dan peserta didik dalam melakukan proses belajar mengajar di kelas seperti laboratorium IPA, slide, papan tulis, LCD dll.
Fasilitas belajar yang tersedia dalam jumlah memadai di suatu sekolah atau lembaga pendidikan juga memberikan sumbangan yang besar dalam membantu memfasilitasi guru dan peserta didik di kelas atau di tempat belajar lainya dalam mensukseskan kegiatan belajar mengajar. Tanpa adanya fasilitas, proses interaksi belajar mengajar kurang dapat berjalan maksimal dan optimal. Misalnya contoh kecil dengan jumlah kursi yang terbatas sedang peserta didik berjumlah lebih, maka hal tersebut akan dapat mengganggu kelancaran proses belajar karena peserta didik lainya akan dapat mengganggu teman kelasnya di dalam belajar.
Infrastruktur suatu sekolah atau lembaga pendidikan yang kurang memadai dan memenuhi syarat, juga mempengaruhi interaksi belajar mengajar di suatu sekolah. Jika sekolah memiliki gedung yang tidak memadai dengan jumlah peserta didik maka daya tampung suatu kelas akan melebihi semestinya, akibatnya tidak akan bisa berjalan dengan maksimal dan optimal. Dan yang paling parah jika suatu sekolah memiliki gedung akan tetapi atapnya bocor maka para siswa dan guru tidak akan bisa merasa nyaman dalam proses belajar mengajar.
Faktor kurikulum juga memegang peranan penting dalam memperlancar interaksi belajar mengajar. Menurut Mikarsa, Hera ( 2008; 22-23) Kurikulum yang tersusun sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan mental peserta didik, sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan zaman akan lebih mendukung pencapaian interaksi belajar mengajar yang optimal dan maksimal, sehingga keluaran suatu lembaga pendidikan akan lebih berkualitas.
Sardiman,  (2003; 4-5) mengatakan bahwa Faktor metode dan strategi serta pendekatan yang digunakan oleh guru, juga mempengaruhi kelancaran dan kesuksesan interaksi belajar di kelas. Guru yang menerapkan metode dan strategi , dan pendekatan pembelajaran yang sesuai dengan minat dan kebutuhan dan perbedaan individual peserta didik akan dapat memperlancar dan mensukseskan interaksi belajar mengajar di kelas. Adapun metode dan strategi belajar mengajar yang dapat digunakan oleh guru sebagai pengajar dan pendidik dalam membelajarkan peserta di kelas atau di tempat belajar lainya ialah metode mengajar ceramah dan Tanya jawab, ceramah dan diskusi, ceramah dan kelompok, ceramah dan pemberian tugas, ceramah dan eksperimen.
Sistem managemen sekolah juga berpengaruh terhadap keberhasilan proses dan hasil interaksi belajar mengajar di kelas. Suatu sekolah yang menerapkan managemen terbuka dan transparan akan lebih berpeluang sukses dalam mengelola system pembelajaran secra professional melalui interaksi belajar mengajar di kelas dari pada dengan sekolah yang menerapkan menagemen tertutup.
Sistem evaluasi proses dan hasil pembelajaran juga menetukan interaksi belajar di kelas. Guru yang menerapkan sistem evaluasi dengan pendekatan PAP (Penilaian Acuan Patokan) dan penilaian yang menekankan pada proses dan hasil dengan menggunakan format penilaian fortofolio berbasis konstruktivistik akan meningkatkan intensitas interaksi belajar mengajar di kelas karena peserta didik dituntut oleh suatu target kelulusan yang diterapkan oleh guru. Selain itu guru akan memotivasi maksimal dan optimal para peserta didik untuk belajar keras dan intensif, karena penilaian ditekankan kepada proses dan hasil pembelajaran.


Penutup

Pendidikan  merupakan upaya untuk menyiapkan peserta didik agar dapat berperan penting dalam kehidupannya dimasa yang akan datang. Untuk dapat mengajar dengan baik diperlukan sikap tertentu gemar mencari pengetahuan baru dan senang berbagi pengetahuan dengan orang lain. Orang yang mudah merasa puas dengan pengetahuan yang telah dimilikinya tidak akan dapat menjadi pengajar yang baik. Sikap membimbing yang dipenuhi oleh rasa ikhlas, sepi dari rasa ingin dikagumi, akan mungkin bagi guru untuk meningkatkan kegiatan pelayanannya ke taraf professional yang paling tinggi, yakni mendidik. Hanya dengan sikap seperti ini akan lahir tindakan mendidik yang jujur dan lurus yang tidak membingungkan, menakutkan dan tidak pula menyesatkan.







Kajian Pustaka

Abdul, Hadis, 2006. Psikologi Dalam Pendidikan. Bandung: Alfabeta.
Prof Drs. S. Nasution, Mengajar Dengan Sukses. Jakarta : Bumi Aksara.
Sardiman, AM. 2003. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Mikarsa, Hera Lestari dkk. 2008. Pendidikan Anak di SD. Jakarta: Universitas Terbuka.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar